Selasa, 24 Februari 2015

Pantai Kukup, Gunung Kidul Punya Tanah Lot

Salam traveller.... kali ini kita masih mau membahas tentang wisata pantai Gunung Kidul. Kalau bicarakan tentang pantai di Gunung Kidul ga akan pernah ada habisnya deh!! Karena setiap pantainya memiliki eksotika tersendiri yang mempunyai kesan dihati para pengunjungya. Selain pasirnya yang putih, airnya yang jernih dan banyak khas yang menjadi penarik wisatawan untuk tetap datang.

Yups.. kali ini aku mau membahas tentang Pantai Kukup. Ini salah satu pantai yang bisa mengingat dan merasakan seperti sedang di Bali. Pantai Kukup terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km di sebelah Timur Pantai Baron. Pantai ini masih menjadi satu wilayah dengan Pantai Baron, Pantai Indrayanti, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Sepanjang, dan pantai lainnya.
Pantai Kukup
Jangan salah kita bisa menikmati semua pantai ini dengan harga murah loh untuk tiket masuknya. Disini juga sudah banyak tempat penginapan bagi yang ingin memanjakan diri untuk merasakan sensasi pantai seperti pulau sendiri. Tingkat keamanan disini pun sangat aman karna penduduk setempat sangat menjaga dan keramahannya patut diacungi jempol. Tempat parkir untuk para wisatawan juga sangat luas jadi jangan takut kehabisan untuk memakirkan kendaraan kamu. Untuk biaya penginapan bisa berkisar 100.000 - 500.000 per malam tergantung tempat dan fasilitasnya. Cukup murah bukan??
penginapan di Pantai Kukup

Karangan / Rumput laut




Memasuki area Pantai Kukup mata kamu akan dimanjakan oleh aksesoris dan berbagai macam makanan laut yang menggiurkan. Penduduk daerah setempat sering menyeutkan nama makanan ini karangan atau rumput laut. Kalau kamu suka kamu bisa mencicipi urap rumput laut loh!!! Jangan takut bau amisnya karna sudah diolah baik. 


penjual ikan hias


Sebelum kamu benar-benar memasuki pesisir pantainya yang sudah terlihat banyak pasir putih pantai dimana-mana kamu akan menjumpai pedagang ikan hias. Waaaahh... ini nih yang pertama kali buat aku duduk lama melihat kecantikan ikan hias yang benar-benar cuma bisa dilihat kalau di Sea World atau internet ternyata bisa dibeli.
The Kukup Beach. Tanah Lot Gunung Kidul

Nah, ini dia Pantai Kukup dengan pesona seperti sedang di Tanah Lot, Bali. Hihihi.... Pasir pantai yang putih, air laut yang jernih, terumbu karang yang terlihat, ombak yang berdebur kencang ke pantai dan tebing laut sangat membuat benar-benar relaks dari kepenatan kegiatan hari-hari.
Serasa di Bali hihihi

Untuk kamu yang ingin merasakan seperti diterjang ombak dan melihat gugusan pesisir pantai yang lain bisa naik ke atas gubug yang berada dibelakangku itu loh!! Eiiits... tapi jangan memanjat yah!! Karena pengelola pantai disana sudah menyiapkan akses untuk kita naik kesana loh!!

akses menuju gubug tebing
 
Nah ini dia jembatan yang menghubungkan kita dari tebing yang ada dipesisir pantai ke tengah tebing yang berdiri ditengah pantai. Disini kamu bisa melihat pemandangan seluruh Pantai Kukup pesisir pantai lainnya. Kamu juga bisa merasakan seperti diterjang ombak dan merasakan air laut seperti butiran salju. Tapi yang memang mempunyai waktu banyak atau menginap jangan salah loh sunset disini sangat indah. Tapi sayang aku ga bisa sampai sunset lagi-lagi terbatas waktu. Hiks... ='( yups cerita dari otak jalanya aku sampai disini dulu yah.. see you at next my trip :)

Untitled

Wahai Tuhan yang maha pembolak-balik hati diantara dua jenis berbeda dari ciptaan-MU. Kau pertemukan kami dalam suatu waktu yang Engkau telah tentukan tempat dan waktunya.
Hingga kau menjadikan kami saling mengenali satu dengan lainya. Entah dalam alasan apapun jika kau menghendaki diantara kami saling mengenal maka kami menjadi saling keterikatan.
Kau berikan setitik rasa diantara kami entah dalam perasaan suka atau benci maka itu lah kehendak-MU. Sampai pula kami bersatu dalam rasa ketertarikan diantara kami lalu kau isi hari-hari kami dengan pertanyaan-pertanyaan hidup.
Yang mana sesungguhnya kami tidak mengetahui baik buruknya antara kami karna kami yakin ini adalah suatu pembelajaran kami. Detik yang berlalu kau jelaskan siapa kami dan kau beri pemahaman agar kami bisa memperbaiki diri dan memantaskan diri atau sebaliknya menghancurkan diri kami yang sebenarnya kehancuran itu bukan dari-MU.
Dimana telah kami lewati saat kami saling mengasihi tapi bisa saling membenci dan mana saat itu keinginan kami mendekati yang jauh kau bisa pula menjauhkan yang dekat. Digebu perasaan dulu yang sangat berbinar cahaya bisa kau gelapkan sekelamnya melebihi pekat malam.
Engkau juga mampu menjadikan sesuatu yang setitik saja dibanggakan dan dijunjung tinggi tapi kau jatuhkan hingga tak ada artinya lagi. Ini lah hamba seorang makhluk ciptaan-MU yang berusaha dan berdoa apapun itu adalah yang terbaik untuk kami.
Tapi kami yakin tidak ada ciptaan-MU yang tak melewati batas ujian-MU. Jadikanlah kami penuh syukur pada-MU, jadikanlah kami selalu dalam tuntunan-MU karna kami sadar hanyalah bagian terkecil yang kau ciptakan tetapi kami pula lah yang sanggup merubah menjadi besar hingga kami lupakan engkau.
Ya Rabb... Tiada satu pun yang tak luput dari pandangan-MU. Kami hanya ingin menundukkan kepala bersimpuh pada-MU untuk meminta yang terbaik untuk kami
Terbaik yang mana memang membawa kami kepada-MU dalam dunia akhirat-MU nantinya yang selalu bersujud pada-MU dan mengharap ridho-MU
Aamiin....

Senin, 23 Februari 2015

Museum Karst Pracimantoro, Museum Terunik di Balik Pegunungan

Haiii sobat traveller... jangan bosan-bosan yah untuk cari referensi liburan atau baca-baca tulisan aku. hehehe... kali ini aku mau membahas tentang museum terunik di Indonesia bahkan seAsia Tenggara loh!!! Nah ini dia museum terunik yang tersembunyi diantara pegunungan dan mempunyai banyak goa Museum Karst Pracimantoro.

Museum Karst

Museum Karst yang sejak 30 Juni 2009 lalu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dibuka untuk umum. Dimana museum terseut sudah ada pada tahun 2007 tetapi masih ditutup untuk umum dan dalam perkembangan. Museum ini letaknya di Desa Gebangharjo Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, 45 km di selatan kota Wonogiri atau lebih dekat jika kamu ada di daerah Pracimantoro. Akses jalan ke museum ini pun sangat bagus. Jalan yang halus dan beraspal serta dikelilingi pegunungan batu-batuan. Untuk tiket masuknya terbilang murah berkisar Rp 1.000 - 10.000 tergantung pihak museum.

Sebelumnya museum yang dikelilingi oleh beberapa goa ini diteliti dan dijadikan tempat penyimpanan hasil penelitian batu karst. Museum ini sangat cocok untuk wisata edukasi. Disana terdapat Gua Tembus, Gua Mrica, Gua Sodong, Gua Potro, Gua Sapen, Gua Gilap dan Gua Sonya Ruri. Kita pun dapat memasuki gua-gua tersebut untuk melihat-lihat.


Gua buatan didalam museum



Yups... kita bahas sekarang isi didalam museum ini. Disini kita akan menemukan banyak benda-benda hasil penelitian dan replika batuan karst bahkan seperti didalam gua. Disini banyak beragai miniatur tata letak kawasan wonogiri dan lainnya. Beberapa juga ada hasil dari binatang langka yang diabadikan.
kupu-kupu asli loh

kerangka tengkorak purbakala




miniatur kawasan wonogiri
Beberapa ornamen seperti manusia purba juga ada disini. Selain yang pasti salah satu pusat perhatian museum karst  sebagai museum penyimpanan dan penelitian beberapa replika batu karst pun ada disini.
Ornamen batu karst


Ornamen manusia purba


Informasi penjelas manusia purba

waaw hati-hati badak loh :D

Puas melihat benda-benda yang diabadikan museum ini kamu bisa menonton teater seputar gua-gua dan pembentukan karst. Jika sudah mengelilingi semua gedung museum ini kamu bisa loh melihat pura yang dibangun disalah satu sisi lokasi museum ini. Eiitttsss... tapi untuk melihat pura ini kamu memerlukan tenaga dan adrenalin yang cukup tinggi jika takut ketinggian.  Karena apa? Ya karena pura ini didirikan diatas gunung dan untuk mencapainya pihak museum sudah membuatkan anak tangga untuk menuju pura tersebut.
Pada saat pendirian pura ini ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di Indonesia serta beberapa dari Makau, China memadati pelataran dan area kompleks Museum Karst Dunia dusun  Mudal, desa Gebangharjo, Kec. Pracimatoro, Wonogiri. Mereka sengaja datang untuk mengikuti acara Viodalan atau ulang tahun berdirinya pura yang merupakan tempat ibadah umat hindu.
Sensasi saat kamu ada diatas wilayah pura ini sangat seru loh. Kamu bisa menikmati angin kencang pegunungan, melihat museum dari atas, beberapa wilayah pegunungan disekitarnya.

tangga menuju pura

salah satu pura


museum dari atas pura

Jika sudah puas juga berada diatas sini kamu bisa melanjutkan melihat-lihat beberapa gua yang mengelilingi museum ini loh!!! Tapi sayang aku tidak mengeksplore gua-gua tersebut karena waktu yang tidak cukup. Tapi ini aku kasih beberapa foto gua disana sebagai pelengkap artikel pembahasan museum ini yah :D mamaciiiwh sudah membaca




Kutipan "RINDU"

Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yg seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci & tidak menuntut apapun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu & melupakan jaraknya setipis benang saja.
Doa adalah sumber kekuatan yang tidak terbayangkan.
Setiap perjalanan selalu disertai oleh pertanyaan-pertanyaan.
Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yg lebih bahagia.
Saat kita tertawa hanya kitalah yg tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yg tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.
Lihatlah kemari wahai gelap malam. Lihatlah seorang yg selalu pandai menjawab pertanyaan orang lain tapi dia tidak pernah bisa menjawab pertanyaan sendiri.
Lihatlah kemari wahai lautan luas. Lihatlah seorang yg selalu punya kata bijak untuk orang lain tapi dia tidak pernah bijak untuk dirinya sendiri.
Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak. Tidak peduli.
Biarkan waktu mengobati seluruh kesedihan. Biarkan waktu menjadi obat terbaik.
Minta tolonglah pada sabar dan sholat. Sabar adalah penolong paling dahsyat. Sholat penolong terbaik tiada tara.
Lihatlah segala sesuatu dari kaca mata berbeda.
Apakah cinta sejati itu? Cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya. Jika dia adalah cinta sejatimu dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yg tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali maka itu bukan cinta sejatimu.
Lawanlah kemungkaran dengan tiga hal. Dengan tanganmu, tebaskan pedang penuh gagah berani. Dengan lisanmu, sampaikan dengan perkasa. Atau dengan benci di dalam hati, tapi itu sungguh selemah-lemahnya iman.

Minggu, 22 Februari 2015

Sri Gethuk, Green Canyon Versi Gunung Kidul

Haii traveller... yups kali ini aku mau bahas tempat wisata yang baru aja eberapa waktu lalu dipakai untuk syuting salah satu film yang diproduksi Hollywood berjudul "Beyond Skyline" ini pada 10-12 Desember 2014. Nah ini dia Air Terjun Sri Gethuk Green Canyon versi Gunung Kidul setelah wisata Cukang Taneuh di Jawa Barat.
Air Terjun Sri Gethuk
 
Air Terjun Sri Gethuk (Slempret) merupakan salah satu obyek wisata di Gunungkidul, lokasi di kawasan Desa Wisata Bleberan, tepatnya Padukuhan (Dusun) Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Air terjun ini terletak diantara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi dengan area persawahan. Airnya tidak pernah kering selalu dialiri dan uniknya airnya bisa berwarna jernih atau kehijauan. Tetapi jika musim penghujan akan menjadi coklat. Tapi itu tidak mengurangi pemandangannya yang indah.
Air terjun yang mempunyai 3 cabang di satu lokasi saat ini sudah banyak dikunjungi para wisatawan karena keindahannya dan memiliki berlapis-lapis bebatuan dibawah alirannya yang menambah keunikan wisata tersebut. Tiket masuk objek wisata Air Terjun Sri Gethuk harganya Rp3.000, sedangkan tarif sewa perahu tradisional/gethek Rp5.000, per orang. Apabila ingin bermain air di sungai, dapat sewa ban untuk berenang dengan tarif Rp2.000,-.
gethek untuk akses ke air terjun
 

Dengan kapal kecil yang dibuat dari drum atau kayu dan didukung mesin diesel oleh para warga desa sekitar dapat mengantar kita ke air terjun dan mengelilingi sungai disana. Selama perjalanan kita dapat melihat tebing karst, pepohonan hijau nan rindang, persawahan dan anak tangga menuju kesana. Air terjun Sri Gethuk merupakan obyek wisata yang terpadu dengan Goa Rancang Kencono, situs purbakala, bumi perkemahan dan area memancing di Dusun Menggoran. Disana juga kita isa melakukan kemping dan outbond.
Sekian pembahasan dari aku ya traveller. Semoga bermanfaat dan bisa menarik kalian yang belum merasakan keindahan Air Terjun Sri Gethuk isa berkunjung kesana dan menikmati destinasi pariwisata tersembunyi di Gunung Kidul.



 
nb : sumber banyak :D
 Akses ke Air terjun sri gethuk
Rutenya yakni :
Dari pusat kota Yogyakarta - Jalan Wonosari - Bukit Pathuk Gunungkidul - Pertigaan Gading ke kanan ke arah Playen. Dari Playen kemudian belok kanan ke arah Kecamatan Palihan. Sekitar dua kilometer dari Kecamatan Palihan akan ada pertigaan, ambil arah ke kanan.
Dari sini, Anda akan menjumpai banyak papan petunjuk jalan yang mengarah ke lokasi air terjun. Anda tinggal ikuti saja petunjuk jalan tersebut. Sekitar tujuh kilometer dari pertigaan Anda sudah sampai di lokasi air terjun.
Bisa juga melalui rute :
Jalan Imogiri Barat – Panggang – Paliyan – Playen – Bleberan. Setelah tiba di Gua Rancang Kencana, Anda harus berjalan kaki sekitar 300 meter untuk sampai di dermaga penyebrangan. Kemudian Anda bisa menggunakan getek atau perahu tradisional dengan biaya sekitar Rp 7.000 dengan waktu tempuh sekitar 7 menit.
Anda dapat juga menyusuri jalan setapak melewati pematang sawah dengan jarak sekitar 450 meter lalu menuruni 96 anak tangga. Dan sampailah Anda di lokasi air terjun.

Kamis, 19 Februari 2015

Pantai Pok Tunggal, Pantai Pohon Abadi

Hai guys...
Kali ini aku mau membahas tentang pantai tersembunyi di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Yups... pantai ini sangat tersembunyi dan perjalananya juga cukup sulit karena hanya dapat dilalui satu mobil saja. Jalan bebatuan di antara bukit karang. Kami bergerak pelan sepanjang jalan  yang sempit, berkelok-kelok dan agak terjal. Ketika melewati tikungan dengan karang besar yang menjorok di atas kepala sangat membuat jantung berdegup kencang. Tetapi saat tiba disana sangat terbayarkan perjalanan yang terjal itu. Pantai Pok Tunggal masih berada di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta. Tepatnya berada di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
Pantai Pok Tunggal
Yuupps... ini dia Pantai Pok Tunggal, pantai pohon abadi (menurut saya) yang tersembunyi. Kenapa pohon abadi menurut saya? Ya, karena konon nama Pok Tunggal sendiri diambil karena di lokasi pantai ini terdapat pohon langka dan masih kokoh berdiri yaitu Pohon Duras (Pok Tunggal). Pohon yang konon sulit tumbuh ini sangat dijaga keberadaannya oleh penduduk setempat, jadi jangan heran bila ada teguran jika memanjat pohon tersebut. Pantai ini sangat luas, pasirnya sangat putih dan airnya juga jernih sehingga kita dapat melihat terumbu karang dibibir pantai tersebut. Tiket masuk ke kawasan pantai dan sudah termasuk parkir cukup murah sekitar Rp 3.000 per motor, Rp 5.000 per mobil dan Rp 15.000 per minibus.
jernihnya air laut
Pantai ini meskipun belum bayak yang mengetahui tetapi banyak sekali pengunjungnya. Sehingga warga desa setempat sudah memberikan fasilias untuk para wisatawan yang datang berkunjung. Seperti biaya untuk menyewa gazebo maupun payung dengan kapasitas dua sampai tiga orang sekitar Rp 20.000. Jika Anda ingin bermalam di pantai ini Anda bisa menyewa tenda dome pada penduduk setempat dengan biaya sekitar Rp 60.000. Beberapa penginapan juga tersedia di sini. Di kawasan pantai juga sudah terdapat toilet umum dengan biaya sekitar Rp 2.000 hingga Rp 5.000 juga banyak penjual baju dengan icon pohon Duras tersebut.
 
Disini kita juga bisa melihat warga atau wisatawan yang datang untuk memancing atau naik ke atas tebing yang sudah disediakan jalurnya untuk naik dan melihat pemandangan pantai dari atas tebing. Tapi sayangnya saya tidak sempat naik karena diburu waktu dan hanya dapat menikmati keindahan pantai tersebut 2 jam saja.
 


 
Berikut rute ke Pok Tunggal yang saya dapatkan jika dari jogja :
Jogja » Piyungan » Patuk » Sambipitu » Arah Hutan Bunder » Gading » Logandeng » Siyono » Bundaran Tugu BPD » Jl. Kyai Legi » Jalan Lingkar Selatan » Jl. KRT Djojodiningrat » Jalan Girisubo - Wonosari » Jalan Saptosari - Tepus » Pok Tunggal 
atau
Jogja » Imogiri » Panggang » Jalan Saptosari - Tepus » Ikuti Arah ke Pantai Baron » Pertigaan Jalan sebelum Pantai Baron belok kiri  menuju Pantai Indrayanti  » Pertigaan di Kawasan Pantai Indrayanti ke kiri ikuti jalan aspal » Pos Retribusi » beberapa meter sebelah kanan jalan ada papan petunjuk arah "Pantai Pok Tunggal" » ikuti jalan kecil cor blok (jalan batu)  ke lokasi pantai Pok Tunggal dengan ciri ada Pohon Duras di kanan jalan masuk
 

 Kebetulan saya tidak dari jogja tapi dari jalur Pracimantoro hanya satu jalur yang lurus saja mengikuti arah ke Pantai Indriyanti dan waktu tempuh saya sekitar 2 jam. Terima kasih....



Jalur menuju pantai yg sudah terlihat

Rabu, 18 Februari 2015

Hujan

Selalu ada pelangi setelah hujan atau akan ada badai setelah hujan. Entah mana yang akan terjadi tetapi hati ini selalu memberontak ketika hujan datang. Entah untuk merasa senang entah benci saat hujan itu datang aku pun tersudut membisu memikirkan apa yang aku rasa.
Banyak keindahan saat hujan itu datang. Semisal pertemuan tak terduga membawa bahagia karena bersama. Tetapi siapa sangka akan ada kedukaan saat hujan itu datang juga. Saat dimana kehilangan dan perpisahan menggugurkan harapan indah.
Dimana diri ini akan meyakinkan hujan itu berkah kebahagiaan atau kedukaan? Entah dimana dan kapan pertanyaan itu terjawab? Sedang hati dan fikiran berkecamuk dalam satu waktu antara rindu dan amarah. Bagaimana bisa dalam satu waktu kenangan indah dan kepahitan menjadi satu lintasan gambar jelas dalam fikiran? Sejauh apa dan bersembunyi dimana diri ini untuk tidak melihat, mendengar, merasakan akan datangnya hujan? Sementara gemercik air yang turun dan mengalir membuat nada indah dalam ketenangan juga kerisauan.
Perasaan apa inikah sebenarnya? Bagaimanakah bisa terjadi seperti ini? Kenapa pertanyaan ini tidak ada jawaban dalam diamku untuk memikirkan dan mencari apa yang sebenarnya aku rasakan? Apakah aku harus berseru mengalahkan gemuruh untuk mendapatkan jawaban? Siapakah kelak nantinya yang akan membawa payung perlindungan dan jawaban atas perasaan tak tentu ini?
Habis akal dan perasaan memikirkannya. Seperti air hujan yang membersihkan jalan yang kotor dan berdebu saat airnya jatuh berkali-kali ditempat yang sama lalu membawanya pergi mengalir.

Selasa, 17 Februari 2015

Dieng, Perjalanan Panjang di Negeri Atas Awan Wonosobo

Haiii guys... kali ini kita akan membahas tentang Dataran Tinggi Dieng atau Negeri di Atas Awan. Yups... Dataran tinggi Dieng terletak 30 km dari kota Wonosobo, tepatnya di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Kalau musim kemarau suhu bisa mencapai  0°C. Haduuuuh ga kebayang deh kalau segitu!! karna waktu pas aku kesana suhu 10°C. Bahkan kalu beruntung bisa liat pepohonan membeku.
Ini berawal dari ide aku yang memang suka jalan-jalan terus sahabat aku minta untuk sekali-sekali ajak dia traveling yang jauh. Well... aku wujudin permintaanya dan aku putuskan untuk ke Dieng. Kebetulan ada teman aku yang mau ikut juga dia ajak teman-temanya juga. Jadilah kita trip gabungan dari yang ga kenal jadi kenal dari yang tadi biasa aja eh... jadi luar biasa hubunganya. hihihi....
Jadilah kami 11 orang berangkat ke dieng dari ciputat ke stasiun senen tanggal 10 agustus 2014. Kita memutuskan untuk ngegembel atau backpacker kalau bahasa kerennya. Kita naik kereta progo jurusan senen - lempuyangan Rp 50.000 pukul 22.30 WIB dan sampai lempuyangan pukul 07.10 WIB.
Sesampainya disana kami sudah dijemput Bapak Sigit. Beliau yang paling berjasa loh karna mengantar kita kemanapun waktu di Dieng. Kita menyewa elf untuk memudahkan perjalanan karena kita ada  11 orang dan masing-masing  kena cas Rp 100.000 untuk 2 hari dari awal dijemput distasiun lempuyangan sampai kembali lagi ke lempuyangan (Bpk sigit / Bpk Budi 0812-8388-550). Sebelum kita kesana kita sudah booking homestay. Kita memutuskan untuk memilih di Dieng pass homestay yang punya homestay ramah banget loh...
Endah and friends di Gerbang masuk Dieng
Perjalanan menunju Dieng dimulai dan kita memutuskan untuk explore dulu dari pada ke homestay. Selama perjalanan kita disuguhkan pemandangan yang indaaahh bangeeett... Nah yang paling jadi Icon itu gerbang masuk Dieng. Kalau kesana belum foto digerbang itu rasanya belum ke Dieng hehehe...
Sayangnya pas kita kesana sedang mendung dan turun hujan. Agak kecewa sih tapi tetep keindahannya bisa dinikmatin kok. Sebelum memasuki wilayah Dieng kita diperiksa dan membeli tiket ijin masuk wisata. Tempat wisata pertama kita tuju adalah Telaga Warna dan pas disana turun hujan jadi warna dari telaganya tidak benar kelihatan dan icon di telaga warna itu ada batang pohon yang tumbang ke telaga.






 

Kita juga sempat ke Theater dieng dan menonton tentang sejarah Dieng sekitar 30 menit. Tadinya kita mau naik ke Batu Ratapan Angin tapi berhubung cuaca tidak mendukung kita hanya istirahat di Theater Dieng sambil mencicipi kentang dan jamur goreng harganya relatif murah loh ditempat-tempat wisata seperti itu.


Well setelah puas explore di Telaga Warna kita memtuskan untuk ke Kawah Sikidang. Hmmm... bau belerangnya sangat menyengat dan kita hanya berlima yang masuk ke obyek wisata tersebut karena yang lain ada yang mabuk perjalanan dengan nekat gerimis-gerimisan kita memasuki Kawah Sikidang. Disana kami hanya 30 menit lalu melanjutkan ke Candi Arjuna.




 
Perjalanan wisata kita akhirnya sampai di Candi Arjuna karna waktu sudah sore dan banyak yang mabuk perjalanan juga harus mempersiapkan untuk nanti malam naik ke Bukit Sikunir. Kita akhirnya ke homestay. Tiba disana kita istirahat dan bersih-bersih. Untuk mencari makanan disana agak susah dengan selera kita. Akhirnya aku mencoba memesan mie ongklok. Makanan khas disana tidak jauh dari tempat kita menginap.
Tepat jam 3 malam kita menuju Bukit Sikunir dengan mata yang masih mengantuk karena lelah perjalanan dari kemarin dan udara sangat dingin kita saling menyemangati satu dengan yang lainnya. Ternyata banyak wisata lokal dan interlokal loh yang datang. Terlebih ada yang menginap diatas Bukit Sikunir. Perjalanan naik ke Puncak Sikunir tidak lama dan kita sempat menunggu objek yang memang banyak dan paling ditunggu dari Dieng yaitu Sunrise. Sambil menunggu kita ditemani lagu SO7 Kisah Klasik :D








Yups.. akhirnya saat yang ditunggu datang..... Sunrise 12 Agustus 2014 di Bukit Sikunir Dataran Tinggi Dieng. Kelelahan dan rasa kantuk yang sangat terbayar sudah dengan sunrise dan keindahan alam ini. Yeeeeeaaahh I LOVE INDONESIA !!!


Endah n friends yang sempet foto di Sikunir


Akhirnya perjalanan ngegembel bareng The Gembels berakhir. Kita kembali ke homestay untuk bersih-bersih dan bersiap untuk kembali ke jakarta. Sebelum kembali kami sempat mencari oleh-oleh di Jogja yaitu ke pusat baju Dagadu, Bakpia Pathok dan Malioboro. Terima kasih The Gembel and friends... Terima kasih sudah membaca...